Literasi
Cerpen - Belajar Dari Rumah
Kubuka mataku, tanpa sadar aku sudah menatap jendela kamarku. Matahari bersinar terang, dan burung-burung saling menyaut. Dengan kondisi pikiranku yang setengah sadar, ku cek handphoneku yang berada di meja disamping tempat tidurku untuk melihat waktu, hari dan tanggal, "Hmm, jam 6.30, Senin, tanggal 27 Juli... Siapa yang peduli? karena corona kan kita tidak harus kesekolah." Kupikir selagi aku mematikan handphoneku dimana aku sekilas melihat suatu notifikasi, didetik itu pula detak jantungku berhenti sejenak.
Aku kaget saat melihat ada notifikasi tugas yang diharapkan untuk dikumpulkan pada jam 7, yang berarti waktuku hanya 30 menit dari sekarang. "Ya tuhan, aku baru ingat kita sedang melakukan pembelajaran jarak jauh sebagai alternatif pergi kesekolah, bagaimana aku bisa lupa?!" Aku panik, sekarang saja aku belum sepenuhnya sadar, otakku mungkin masih tidur.
Waktu sudah menunjukkan 6.45, dan aku masih belum bisa menjawab satu pertanyaanpun. "Ya tuhan, bagaimana aku bisa menyelesaikan ini? tinggal 15 menit lagi dan aku masih belum menjawab satu pertanyaanpun!" Pikirku, tanganku bergetar mencoba untuk mengetik apa saja yang muncul dipikiranku, tapi apa daya, otak ku yang masih setengah sadar tidak bisa memikirkan jawaban yang benar.
Disaat itu juga aku teringat suatu nasihat yang aku pernah dengar sebelumnya,"Segala hal yang dilakukan terburu-buru, tidak akan berhasil baik." Akhirnya aku sadar dan mencoba untuk menenangkan diri sendiri. Aku meminum air, mambasuh wajah, dan membiarkan pikiranku istirahat sejenak, dan sekarang pikiranku sudah sedikit lebih tenang, aku coba mengerjakan soal itu lagi.
Pada akhirnya aku bisa menyelesaikannya, walau telat beberapa menit, tapi itu juga salahku sendiri karena bangun telat.
bruh
ReplyDeletewhy are you replying to yourself?
ReplyDelete